Ulasan Lagu Monokrom - Tulus



Tulus merilis album studio ketiganya, Monokrom sebagai bentuk ungkapan terima kasih dan persembahan dari Tulus untuk berbagai pihak dalam perjalanan hidup dan musiknya. Spirit keseluruhan dari album ini adalah bagaimana Tulus melakukan apresiasi balik terhadap orang-orang yang sudah memberi apresiasi terhadap musiknya.[3] Judul album tersebut diambil dari salah satu judul lagu yang ada dalam album, "Monokrom". Lagu yang berisi ucapan terima kasih Tulus tersebut, ditempatkan menjadi judul album supaya spiritnya itu menular ke lagu-lagu yang lain.[4] Adapun menurut Tulus warna hitam dan putih identik dengan kenangan, masa lalu, dan serpihan cerita yang membekas di ingatan. Hal ini mewakili pandangan Tulus dalam album. Foto hitam putih merekam orang-orang penting yang turut membantu kesuksesan karier Tulus.[5]

Monokrom terdiri dari 10 trek lagu. Delapan di antaranya, liriknya Tulus tulis sendiri. Dua lainnya ia tulis bersama Ari Renaldi–yang juga memproduseri seluruh trek. Dari sisi musikalitas, Tulus lebih banyak bereksplorasi dengan alat musik dalam album ini. Ada bunyi-bunyian iringan ukulele, harmonika, banjo, alat musik gesek, dan desau angin. Terdapat pula lima lagu yang diiringi dengan string section.[6]

Sepuluh lagu dalam album dibuat secara bertahap dalam waktu setahun. Tulus mengatakan proses kreatif dalam pembuatan album itu lebih lama daripada proses pengerjaannya di studio yang hanya berlangsung beberapa minggu.[7] Dalam proses perekaman vokal, Tulus merekam lagu dari awal hingga akhir, begitu juga bila harus mengulang. Ia mengaku tidak suka jika melakukan rekaman vokal secara tambal-sulam. Tulus mengatakan pesan lagu tidak sampai bila direkam dengan cara seperti itu. Dalam lagu "Langit Abu-Abu" ia hingga dua kali perekaman untuk mendapatkan hasil sesuai ekspektasi. Lima dari sepuluh lagu direkam di PrahaCeko, bersama The City of Prague Philharmonic Orchestra. Salah satunya yaitu lagu "Pamit", yang setelah melalui pertimbangan selama lima bulan, diputuskan diiringi piano dan string section.[8] Sebelum mengunjungi Praha, Tulus sudah mengirim partitur lagu serta lirik lagu dalam Bahasa Indonesia dan ketika di sana ia menjelaskan makna lagu-lagu itu karena tidak ada pemain yang memahami Bahasa Indonesia. Proses rekaman kelima lagu tersebut selesai dalam waktu setengah hari.[7]

"Monokrom" adalah lagu yang dipopulerkan oleh Tulus, seorang penyanyi dan penulis lagu dari Indonesia. Lagu ini dirilis sebagai bagian dari album *Monokrom* pada tahun 2016. Secara keseluruhan, lagu "Monokrom" memiliki lirik yang mendalam, melankolis, dan penuh dengan kenangan masa lalu. Berikut adalah analisis mengenai tema, lirik, dan musik dari lagu ini:


1. Tema dan Makna

"Monokrom" adalah sebuah lagu yang mengangkat tema nostalgia dan rasa terima kasih. Lagu ini berfokus pada kenangan-kenangan masa lalu yang memiliki makna mendalam dan sangat berharga dalam kehidupan seseorang. Tulus menggambarkan momen-momen indah yang pernah terjadi dalam hidupnya, baik bersama keluarga, sahabat, maupun orang-orang yang pernah hadir dan memberikan makna dalam hidupnya.

Di balik kesederhanaan judul "Monokrom", Tulus seolah ingin menyampaikan bahwa kenangan masa lalu, meskipun mungkin sederhana dan tidak penuh warna, tetaplah sesuatu yang sangat berharga dan abadi dalam hati seseorang. Lagu ini juga menonjolkan rasa syukur kepada mereka yang pernah memberikan dukungan dan pengaruh positif.

2. Lirik

Lirik "Monokrom" ditulis dengan kata-kata yang sederhana namun penuh makna. Beberapa poin penting dalam lirik lagu ini antara lain:

- Nostalgia: Tulus berbicara tentang masa-masa yang penuh kenangan, termasuk momen kecil yang pernah ia alami. Setiap baris lirik membawa pendengar pada perjalanan mengingat masa lalu, yang mungkin melibatkan momen sedih maupun bahagia.

- Rasa Terima Kasih: Lagu ini tidak hanya sekadar mengenang, tapi juga menyiratkan rasa terima kasih yang mendalam kepada orang-orang yang pernah hadir dalam hidupnya. Ini bisa dilihat dari beberapa bait yang mengekspresikan rasa syukur terhadap mereka yang pernah berkontribusi dalam perjalanan hidupnya.

- Kesederhanaan dan Kejujuran: Kata-kata yang digunakan dalam lagu ini sangat mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kesederhanaan ini membuat pesan yang disampaikan terasa lebih jujur dan tulus.

 3. Musik

Musik dalam lagu "Monokrom" terasa lembut, dengan aransemen yang cenderung minimalis namun elegan. Beberapa elemen penting dalam musiknya meliputi:

- Piano Dominan: Penggunaan piano sebagai instrumen utama dalam lagu ini menciptakan suasana yang intim dan melankolis. Nada piano yang lembut membantu memperkuat tema nostalgia yang ingin disampaikan.

- String Section: Pada bagian tertentu, lagu ini menggunakan alat musik gesek (string) yang memberikan kesan emosional. Ini memberikan nuansa dramatis, terutama ketika lagu mencapai klimaksnya.

- Tempo Lambat: Lagu ini memiliki tempo yang relatif lambat, yang memungkinkan pendengar untuk merenungkan makna di balik setiap lirik yang dinyanyikan. Suara lembut Tulus dengan artikulasi yang jelas juga membantu mengkomunikasikan pesan secara efektif.

 4. Pesan Moral

"Monokrom" mengajarkan kita untuk selalu menghargai momen-momen kecil dalam hidup yang mungkin terlihat sepele, tetapi ternyata sangat berharga ketika kita melihatnya kembali di masa depan. Lagu ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya bersyukur kepada orang-orang yang pernah ada dan memberikan pengaruh positif, karena tanpa mereka, kita tidak akan menjadi diri kita yang sekarang.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, "Monokrom" adalah lagu yang mengajak pendengarnya untuk kembali melihat masa lalu dengan penuh rasa syukur dan menghargai setiap momen kecil yang pernah dilalui. Dengan lirik yang jujur, musik yang lembut, dan aransemen yang sederhana, lagu ini berhasil menyampaikan pesan nostalgia dan rasa terima kasih dengan cara yang tulus dan mendalam.


Berikut Official Video Lagu Dari Monokrom - Tulus



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Lagu Fe!n - Travis Scott